Senin, 10 Agustus 2020

Kapan Anak Boleh Bermain dengan Gadget? Ketahui Dulu Aturan Sesuai Usianya

 Jangan biarkan anak asal main gadget


Kemajuan teknologi memang menjadi tren bagi semua kalangan usia termasuk halnya anak-anak.

Pengenalan gadget terlalu dini membuat anak menjadi ketergantung dengan alat komunikasi satu ini.

Adanya gadget memang bertujuan untuk mempermudah komunikasi, namun dalam penggunaannya Moms harus memberikan batasan pada anak.

Oleh karena diperlukan aturan bermain gadget bagi anak untuk kebaikannya sendiri.


1. Usia Di Bawah 18 Bulan


motheranbaby.co.id

Mengenalkan gadget pada rentang usia ini sangat tidak dianjurkan.

Hal ini disebabkan pengaruh gadget dapat mengganggu perkembangan otak anak serta memperegang ikatan antara anak dan orang tuanya.

Suara dan aktivitas yang dilihatkan pada gadget termasuk televisi mampu menarik perhatian anak hingga membuatnya ketergantungan.

Bahkan jika Moms menyusui bayi sambil bermain gadget, bayi tetap akan mendengar segala suara dari gadget tersebut. Hal ini dapat menimbulkan masalah tidur pada anak.


2. Usia 2-5 Tahun


shutterstozck.com


Hal pertama yang harus Moms lakukan adalah batasi anak untuk bermain gadget maksimal dalam 2 jam penggunaannya.

Menurut Annelia Sari Sani, M.Psi, seorang psikolog dari Tigagenerasi, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, menganjurkan agar anak tidak bermain gadget lebih dari 2 jam terutama untuk anak usia di atas 2 tahun.

Adapun anak di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk diperkenalkan gadget terlebih dulu. Hal ini bertujuan agar anak bisa bersosialisasi dengan anak-anak yang lain.

Bermain bersama teman-teman merupakan dunia nyata yang diperlukan anak untuk bersosialisasi, belajar berempati, mengendalikan emosi, dan belajar banyak hal lainnya.

Hal ini juga membuat anak lebih aktif bergerak dibanding dengan anak bermain gadget seharian.


3. Usia 6 Tahun Atau Lebih



sayangianak.com


Pada usia ini, anak dapat diperkenalkan gadget secara perlahan-lahan. Kontak anak dengan gadget bergantung pada seberapa banyak aktivitas yang anak lakukan selama satu hari itu.

Menurut Dr Jenny Radesky dalam guidelines yang dirilis oleh American Academy of Pediatrics, segala gadget yang ada tidak dapat menggantikan aktivitas anak dalam berinteraksi atau melakukan kegiatan sehari-hari lainnya seperti tidur.

Orang tua memegang peranan penting sebagai mentor yang mengajarkan anak bagaimana menggunakan gadget secara semestinya seusai fungsi dan manfaatnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Pada intinya, Moms harus bisa menciptakan hubungan yang erat dengan anak. Jangan sampai hubungan antara Moms dan anak regang hanya karena penggunaan gadget.

Hal ini sering dianggap sepele oleh banyak orang tua tanpa mengetahui dampak buruk panjangnya bagi anak.


- Salam Semangat Ibu -

Rabu, 05 Agustus 2020

BIJAK MEMBERIKAN VIDEO GAME DI GADGET UNTUK ANAK?

                                        

Selama ini kita mungkin hanya mendengar sisi negatif video games untuk anak-anak. Padahal, sebenarnya, games di gadget juga bisa membawa manfaat jika pilihan games-nya tepat dan anak tidak berlebihan memainkannya.

▶️ Manfaat Video Games untuk Anak :


  • Mengajarkan kemampuan memecahkan masalah
  • Membuat anak tertarik pada sejarah dan budaya (pada games tertentu)
  • Membantu anak berteman (khususnya pada permainan multiplayer)
  • Membuat anak bergerak (misalnya permainan olahraga atau dance)
  • Mengajarkan persaingan, tentang menang dan kalah
  • Memberikan kesempatan untuk memimpin (pada games tim)
  • Meningkatkan kreativitas dan kemampuan menciptakan
  • Memberi peluang untuk mengajarkan orang lain (cara memainkan games)
  • Meningkatkan hubungan orang tua dan anak (saat bermain bersama)
  • Sebagai sarana hiburan, untuk melepas penat.

Contoh video game yang mendidik untuk anak:


• Minecraft
• Mini World Block Art
• Happy Color
• Farm Town
• dan sebagainya

[ Jadi Kapan Anak Boleh Bermain Gadget? Ketahui Dulu Aturan Sesuai Usianya. ]

- Salam Semangat Ibu -

Rabu, 04 November 2015

Ibu Bekerja Selalu Sehat


Ibu Bekerja Selalu Sehat

 

 



Kiat Sehat Bunda Bekerja:
  • Buat diri Anda sebagai prioritas bahagia dan sehat. Sebagai ibu bekerja dan pilar keluarga, Anda musti terlebih dulu sehat fisik dan mental, baru setelah itu dapat mengelola kesehatan keluarga dan tim kerja.
  • Lepaskan tekanan atau stres lewat latihan rutin. Jadilah member gym atau kelas yoga karena olahraga menyehatkan tubuh dan mental. Atur jadwalnya sesuai  ritme kesibukan Anda, lakukan rutin 30-60 menit.
  • Ambil waktu untuk makan sehat. Stop kebiasaan makan sisa makanan anak karena tidak tega membuang-buang makanan. Berikan porsi yang sesuai tubuh Anda  dan pastikan mengonsumsi protein untuk mempertahankan energi.
  • Kelilingi diri Anda dengan teman-teman yang juga ingin bergaya hidup sehat, jadi Anda tidak kesepian saat mengurangi asupan karbohidrat, membatasi gula atau berhenti merokok. 

Okeyz, Bagaimana Bunda..?? Siap Laksankan yah.. *Semangat Ibu.. ^^

Selasa, 15 September 2015

Kedekatan dengan Anak


Kedekatan dengan Anak

 



Manfaatkan waktu dan teknologi untuk tetap terhubung dengan anak meski bunda bekerja..



  • Pancing si kecil menceritakan apa saja ketika mengantarnya ke preschool setiap pagi, dan berikan tanggapan positif. Hal ini menstimulasinya untuk berani berpendapat dan berdiskusi dengan orang.
  • Sisihkan 15-20 menit setelah jam makan siang untuk menghubungi anak lewat telepon atau video call. Tanyakan apa yang berhasil ia lakukan hari ini tanpa bantuan si mbak, misalnya, makan dan ganti baju. Hal ini mengajarkannya kemandirian.
  • Sebelum meninggalkan kantor, kembali hubungi si kecil dan beri tahu Anda akan segera pulang atau apa agenda Anda selanjutnya jika pulang agak terlambat. Pesan sederhana ini membantunya merasa aman, serta membangun ikatan batin emosional bunda dan anak.